Sabtu, 02 Mei 2009

SEDOT MIKROTIK YUKS.....!

Bagi teman teman sekalian yg belum memiliki OS mikrotik ne saya kasih link buat disedot, yaaaaa walaupun crack2an gitu tapi ne cuma sekedar share aja hehehehehehe......:) klonya kita beli yg asli kan mahal tuh jadi klo ad yg gratis ngapain bayar? toh kemampuannya sama aja kan

Sedot mikrotik versi 3.20---->>>> http://www.rapidshare.com/files/198662171/mikrotik-3.20_Cracked.rar

Read More......

Hotspot Mikrotik TANPA IP Pool/Static IP Hotspot

Tulisan ini dibuat atas dasar oprekan yang selama kita penulis gunakan. Sebetulnya banyak tutorial hotspot yang sudah ada, namun sebagian besar menggunakan IP Pool. IP Pool ini diinisialisasi dengan IP DHCP Server, dimana client mendapatkan IP address secara Otomatis. DHCP Server memang lebih mudah.. akan tetapi jika ada user yang nakal bisa saja menggunakan login dan password milik orang lain untuk mengkases internet, karena intinya client sudah mendapatkan IP address dari IP Pool ini. Nah tutorial berikut ini akan menjelaskan bagaimana men-setting Hotspot dengan STATIC IP address, skenario nya client menggunakan IP Static /Manual input. logobottom

Dengan settingan ini hanya IP User yang di daftar saja yang akan bisa mengakes internet, tentunya dengan login dan password yang kita berikan. Berikut ini step by step nya…. monggo di simak booozzzzz…..

Pertama, kita remote Mikrotik dengan winbox, kemudian pilih Menu IP Hot Spot seperti pada gambar dibawah ini :

setting-hotspot

Selanjutnya kita buat rule untu Profil. Profil ini nantinya digunakan sebagai User Profiles untuk hotspot, ikuti gambar berikut :

profil

Selanjut, kita akan mensetting User terlebih dahulu, mengapa demikian ? Hal ini untuk menghindari jika anda mengaktifkan Server untuk hotspot maka kita tidak akan bisa berinternet bahkan tidak bisa me remote mikrotik, karena user belum di inisialisasi di hotspot user nya. Oleh karena itu kita akan menambah user terlebih dahulu dengan cara seperti gambar dibawah ini:

user

Perhatikan gambar diatas, Server all, ini artinya server hotspot belum kita setting dan untuk ini nantinya anda harus ganti dengan Server1 jika Server hotspot sudah anda aktifkan (perhatikan gambar-gambar berikutnya). Kolom Name isikan nama user, kolom Password isikan dengan password, anda bisa tentukan sendiri untuk user dan password ini, disarankan untuk memberikan user dan password kombinasi angka dan huruf untuk security. Kemudian isikan IP user (ip client). Kolom MAC Address merupakan secuirity level tinggi, anda bisa masukkan MAC addres dari IP client. Dengan memasukkan MAC Address hanya NIC/IP Radio yang di masukkan saja yang bisa login dan berinternet. Nah untuk mengetahui MAC Address dari IP Client caranya anda lihat dari menu IP ARP, akan muncul IP dan MAC Address dari client yang connect ke Mikrotik. Terserah anda akan masukkan atau tidak. Bebas Booossss… kekekeekee.

Hal yang utama adalah memasukkan IP Laptop anda sebagai user agar nantinya anda bisa masuk untuk login ke internet dan bisa me remote mikrotik router anda. selanjutnya. setelah membuat 1 user, tambahkan user/client yang selanjutnya.. caranya gampang, double click user pertama yang sudah kita buat, klik menu copy, selanjutnya konfigurasi seperti user pertama, kemudian isikan sesuai settingan anda, lihat gambar berikut :

add-user

Lakukan hal yang sama untuk menambah semua user/clietn yang anda miliki, sehingga akan nampak seperti gambar berikut :

user-all

Nah jika sudah selesai memasukkan user/client kita akan mengaktifkan server, perhatikan gambar berikut :

server1

Keterangan :

Masih di menu IP, Hotspot, pilih Tab Menu Server, klik tanda +, kemudian klik Profiles, pilh tab menu General, sesuaikan settingan anda. Name default, HTML Directory=hotspot, HTTP Proxy= adalah IP Local (ether2) anda, HTTP Proxy Port=3128 adalah proxy (kalo anda redirect port 8080 silakan ganti sesuaikan dengan proxy port anda), kemudian geser ke tab menu Login, Centangi yang HTTP CHAP saja. Ini nanti pengaruhnya pada saat client membuka IE ato Firefox untuk internet akan muncul menu Login dan Password. Setelah itu klik Apply, OK. Secara otomatis anda akan disonnect dari winbox.

Cobalah anda buka internet, makakan diminta user dan password, masukkan user dan password anda sesuai dengan ip anda yang anda masukkan. Selamat mengoprek….

Read More......

NetInstall Description

NetInstall is a program that runs on most modern Windows versions that allows you to install MikroTiK RouterOS onto a dedicated PC or onto a RouterBoard via an Ethernet network.

NetInstall is also used to re-install RouterOS on a RouterBoard in cases where the the previous install failed, became damaged or access passwords were lost.

All you need is a blank floppy or an Ethernet device that supports PXE (like RouterBoard 100, 200, 300, 400, 500 series), an Ethernet network between workstation and dedicated computer, and a serial null-modem console cable (for RouterBoard routers) and serial communications software.

See the following article regarding how to establish serial communication with a Routerboard.

Netinstall can also install RouterOS on a disk (USB/CF/IDE) that is connected to the Netinstall Windows machine. After installation just move the disk to the Router machine and boot from it.
Screenshot

Image:2009-01-27 1224.jpg

* for installation over network, don't forget to enable the PXE server, and make sure Netinstall is not blocked by your firewall or antivirus. The connection should be directly from your Windows PC to the Router PC (or RouterBOARD), or at least through a switch/hub.


NetInstall Example

This is a step by step example of how to install RouterOS on a RouterBoard 532 from a typical notebook computer.
Requirements

The Notebook computer must be equiped with the following ports and contain the following files:

* Ethernet port.
* Serial port.
* Serial communications program (such as Hyper Terminal)
* The .npk RouterOS file(s) (not .zip file) of the RouterOS version that you wish to install onto the Routerboard.
* The NetInstall program available from the Downloads page at www.mikrotik.com

Connection process

1. Connect the routerboard to a switch, a hub or directly to the Notebook computer via Ethernet. The notebook computer Ethernet port will need to be configured with a usable IP address and subnet. For example: 10.1.1.10/24
2. Connect the routerboard to the notebook computer via serial, and establish a serial communication session with the RouterBoard. Serial configuration example in in the Serial console manual
3. Run the NetInstall program on your notebook computer.
4. Press the NetInstall "Net Booting" button, enable the Boot Server, and enter a valid, usable IP address (within the same subnet of the IP address of the Notebook) that the NetInstall program will assign to the RouterBoard to enable communication with the Notebook computer. For example: 10.1.1.5/24
5. Set the RouterBoard BIOS to boot from the Ethernet interface.

Configuring Bootloader

To access Routerboard BIOS configuration: reboot the Routerboard while observing the activity on the Serial Console. You will see the following prompt on the Serial Console “Press any key within 2 seconds to enter setup” indicating that you have a 1 or 2 second window of time when pressing any key will give you access to Routerboard BIOS configuration options.

(press any key when prompted):

You will see the following list of available BIOS Configuration commands. To set up the boot device, press the 'o' key:


What do you want to configure?
d - boot delay
k - boot key
s - serial console
l - debug level
o - boot device
b - beep on boot
v - vga to serial
t - ata translation
p - memory settings
m - memory test
u - cpu mode
f - pci back-off
r - reset configuration
g - bios upgrade through serial port
c - bios license information
x - exit setup


Next Selection: Press the 'e' key to make the RouterBoard to boot from Ethernet interface:

Select boot device:
* i - IDE
e - Etherboot
1 - Etherboot (timeout 15s), IDE
2 - Etherboot (timeout 1m), IDE
3 - Etherboot (timeout 5m), IDE
4 - Etherboot (timeout 30m), IDE
5 - IDE, try Etherboot first on next boot (15s)
6 - IDE, try Etherboot first on next boot (1m)
7 - IDE, try Etherboot first on next boot (5m)
8 - IDE, try Etherboot first on next boot (30m)


The RouterBoard BIOS will return to the first menu. Press the 'x' key to exit from BIOS. The router will reboot.
Installation

Watch the serial console as the RouterBoard reboots, it will indicate that the RouterBoard is attempting to boot to the NetInstall program. The NetInstall program will give the RouterBoard the IP address you entered at Step 4 (above), and the RouterBoard will be ready for software installation. Now you should see the MAC Address of the RouterBoard appear in the Routers/Drives list of the NetInstall program.

Image:NetinstallStart.png

Click on the desired Router/Drive entry and you will be able to configure various installation parameters associated with that Router/Drive entry.

Image:Nconfig.PNG

For most Re-Installations of RouterOS on RouterBoards you will only need to set the following parameter:

Press the "Browse" button on the NetInstall program screen. Browse to the folder containing the .npk RouterOS file(s) of the RouterOS version that you wish to install onto the Routerboard.

Image:NConfig3.png

When you have finalized the installation parameters, press the "Install" button to install RouterOS.

Image:NetinstallC4.png

When the installation process has finished, press 'Enter' on the console or 'Reboot' button in the NetInstall program.

Image:NetinstallC5.png
Cleanup

1. Reset the BIOS Configuration of the RouterBoard to boot from its own memory.

Image:NetinstallC6.png

2. Reboot the RouterBoard.


Reset RouterOS Password

Netinstall can be used to reset password of RouterOS by erasing all configuration from the router. Uncheck 'Keep Old Configuration' during Netinstall and proceed with standard procedure,

Image:PasswordReset.png

Read More......

Here is a step-by-step explanation how to enable nstreme dual on a fresh installed MikroTik devices

1.1. Enabling wireless cards 1 and 2:

[admin@MikroTik] > interface enable wlan1
[admin@MikroTik] > interface enable wlan2

1.2. Assigning IP address to the ethernet interface:

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1

1.3. Creating bridge interface:


[admin@MikroTik] > interface bridge add
1.4. Adding ethernet interface to the bridge interface:


[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1

1.5. Setting wireless cards 1 and 2 to nstreme mode:


[admin@MikroTik] > interface wireless set wlan1 mode=nstreme­-dual­-slave
[admin@MikroTik] > interface wireless set wlan2 mode=nstreme­-dual­-slave

1.6. Creating nstreme dual interface and setting Tx and Rx radios and frequencies:

[admin@MikroTik] > interface wireless nstreme­-dual add rx­-radio=wlan1 tx­-radio=wlan2
rx-­band=5ghz tx-­band=5ghz rx-­frequency=5180 tx­-frequency=5300

1.7. Adding nstreme interface to the bridge:

[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=nstreme1 bridge=bridge1

1.8. Checking the MAC address of the nstreme interface (in this example: 11:11:11:11:11:11):

[admin@MikroTik] > interface wireless nstreme­dual print
Flags: X ­ disabled, R ­ running
0 X name="nstreme1" mtu=1500 mac­address=11:11:11:11:11:11 arp=enabled
disable­running­check=no tx­-radio=wlan2 rx­-radio=wlan1 remote­mac=00:00:00:00:00:00
tx-­band=5ghz tx­-frequency=5300 rx­-band=5ghz rx­-frequency=5180
rates­b=1Mbps,2Mbps,5.5Mbps,11Mbps
rates­a/g=6Mbps,9Mbps,12Mbps,18Mbps,24Mbps,36Mbps,48Mbps,54Mbps
framer­policy=none framer­limit=2560


II. MikroTik Device 2

2.1. Enabling wireless cards 1 and 2:


[admin@MikroTik] > interface enable wlan1
[admin@MikroTik] > interface enable wlan2

2.2. Assigning IP address to the ethernet interface:


[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1

2.3. Creating bridge interface:

[admin@MikroTik] > interface bridge add

2.4. Adding ethernet interface to the bridge interface:

[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1

2.5. Setting wireless cards 1 and 2 to nstreme mode:

[admin@MikroTik] > interface wireless set wlan1 mode=nstreme­-dual-­slave
[admin@MikroTik] > interface wireless set wlan2 mode=nstreme­-dual­-slave

2.6. Creating Nstreme dual interface and setting Tx and Rx radios and frequencies and setting the MAC address of the remote nstreme interface (in this example: 11:11:11:11:11:11 [step 1.8]):

[admin@MikroTik] > interface wireless nstreme­-dual add rx­-radio=wlan1 tx­-radio=wlan2
rx­-band=5ghz tx-­band=5ghz rx-­frequency=5300 tx­-frequency=5180
remote­mac=11:11:11:11:11:11 disabled=no

2.7. Adding nstreme interface to the bridge:

[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=nstreme1 bridge=bridge1

2.8. Checking the MAC address of the nstreme interface (in this example: 22:22:22:22:22:22):

[admin@MikroTik] > interface wireless nstreme­dual print
Flags: X ­ disabled, R ­ running
0 R name="nstreme1" mtu=1500 mac­address=22:22:22:22:22:22 arp=enabled
disable­running­check=no tx­-radio=wlan2 rx­-radio=wlan1 remote­mac=11:11:11:11:11:11
tx­-band=5ghz tx-­frequency=5180 rx-­band=5ghz rx-­frequency=5300
rates­b=1Mbps,2Mbps,5.5Mbps,11Mbps
rates­a/g=6Mbps,9Mbps,12Mbps,18Mbps,24Mbps,36Mbps,48Mbps,54Mbps
framer­policy=none framer­limit=2560

III. MikroTik Device 1

1.9. Setting the MAC address of the remote nstreme interface (in this example: 22:22:22:22:22:22 [step 2.8]):

[admin@MikroTik] > interface wireless nstreme­-dual set nstreme1
remote­mac=22:22:22:22:22:22 disabled=no

Read More......

Minggu, 12 April 2009

Cara Aktivasi Paypal Secara Gratis !

Halo temen temen internet marketers…ada cara gratis buat verifikasi paypal tanpa harus punya kartu kredit….Langsung aja daftar di sini ya http://friendfinder.com

Ikuti Langkah² berikut:

1. Preferred program isi dengan no.1 Permember payout
2. First name: isi dengan nama awal anda
3. Last name : isi dengan nama akhir anda
4. URL : isi dengan URL website anda , kosongkan jika tidak punya blog
5. Desired password : isi dengan password yang anda inginkan
6. Preferred newsletter language : english
7. Email adress : isi dengan alamat email anda
8. Secondary email : kalo ga ada ga usah diisi
9. Checks payable to : Payoneer
10. Street adress: isi dengan alamat jelas rumah anda (kealamat inilah kartu debit mastercard anda akan dikirim dari New York)
11. City: isi dengan kotamadya anda tinggal ( cth Jak – Pus)
12. State/province : isi dengan provinsi tempat anda tinggal (cth : DKI Jakarta)
13. ZIP/Postal code : isi dengan kode pos rumah anda
14. Tax id : kosongkan saja
15. Business classification : individual
16. Phone number : isi dengan no rumah atau handphone anda
17. Instan messenger : no
18. Use e passporte : no
19. Pastikan terisi dengan benar setelah selesai "click here for the last step"
20. Klik "submit" ( contreng dulu kotak persetujuannya)
21. Tertera disitu alamat URL website replikasi anda (catat alamat ini, karena akan anda pergunakan untuk promosi)
22. Klik " account information pada sebelah kanan atas web lalu muncullah account information anda.
23. Klik "here" (berwarna biru) untuk mengupdate informasi anda berkaitan dengan pembayaran via payoneer.
24. Klik " sign up to be paid by prepaid mastercard" (bergaris bawah dan berwarna biru) anda akan diarahkan untuk membuat kartu debit mastercard,
25. Klik "Get your prepaid mastercard now"
26. Ikuti dan isi setiap tahapnya, tikmark kotak yang sesuai dengan anda
27. Dibagian terakhir anda akan diminta untuk mengisi ID, isilah dengan no: KTP/SIM atau passport anda.

Dengan cara inilah kita bisa memiliki kartu debit mastercard melalui payoneer. Karena kalau kita langsung daftar melalui payoneer belum bisa karena Indonesia belum diakui.
Setelah selesai pendaftaran anda akan menerima email verifikasi dari payoneer/friendfinder. Ikuti saja step stepnya.

Jika kartu debit mastercard sudah anda terima (kurang lebih 3 minggu setelah pendafataran) jangan lupa aktivasi.

Jika kartu payoneer anda sudah terisi dana, uangnya bisa anda tarik dari ATM di seluruh dunia, disamping itu dapat anda pergunakan untuk verifikasi rekening paypal anda tanpa harus menggunakan kartu kredit ataupun membeli kartu kredit virtual. MUDAH BUKAN? SELAMAT BEKERJA.

Read More......

Kamis, 12 Maret 2009

Problem 'connect' HotSpot/wifi di Windows Vista

Untuk Laptop yang chip wirelessnya menggunakan chip Atheros kadang tidak bisa terkoneksi dengan AP hotspot/wifi.
Berikut solusi bagi pengguna Windows Vista yang tidak bisa terkoneksi dengan Hotspot/wifi. 'Download' dulu driver chip atheros untuk Windows vista di
http://www.wireless-driver.com/download/atheros/2007-6-24/Atheros-Wireless-Driver-Download.htm

Simpan di salah satu folder hardisk anda dan diekstrak, selanjutnya

1. Cek tipe wiress chip laptop/komputer anda:

control panel>network sharing center>manage wireless networks>adapter properties (tipe chip wireless yg dilingkari warna merah)

2. Update driver atheros dengan file yang sudah di download sebelumnya hingga selesai

control panel>network sharing center>manage wireless networks>adapter properties>configure>(tab)driver>update driver> browse my computer for driver software>(pilih folder hasil ekstrak sebelumnya>close.

3. Silahkan dicoba kembali connect ke AP yang sebelumnya tidak bisa.

Read More......

SEJARAH HOTSPOT

Hotspot (Wi-Fi) adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran ataupun bandara. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan.

Pada umumnya, hotspot menggunakan standarisasi WLAN IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Teknologi WLAN ini mampu memberikan kecepatan akses yang tinggi hingga 11 Mbps (IEEE 802.11 b) dan 54 Mbps (IEEE 802.11 g) dalam jarak hingga 100 meter.

Read More......